ForMyGluco
BlogGlosarium← Kembali ke beranda

Tipe-tipe diabetes

Apa itu diabetes tipe 1, kenapa muncul?

· 2 mnt

Tas punggung dan kotak pensil tertutup di atas bangku kelas yang kosong, diterangi cahaya sore yang masuk dari jendela.

Diabetes tipe 1 muncul karena sistem imun keliru membidik sel penghasil insulin di pankreas. Sel yang tersisa tidak memenuhi kebutuhan, glukosa dalam darah naik. Tidak ada kaitannya dengan makan gula atau gaya hidup; prosesnya mulai bertahun-tahun sebelumnya tanpa orangnya menyadari apa pun.

Di dalam pankreas ada gugusan sel bernama pulau, dan sel beta di tengah pulau ini memproduksi insulin. Pada diabetes tipe 1, sistem imun mengira sel-sel ini benda asing dan memusnahkannya satu per satu. Itulah reaksi autoimun. Saat sebagian besar sel beta pergi, aliran insulin berhenti, gula darah naik ke atas rentang target dan tinggal di sana.

Di awalnya, lebih dari satu faktor berkumpul. Gen keserasian jaringan menaikkan risiko; pada kebanyakan pembawa gen ini penyakit tidak pernah muncul. Ada tulisan tersendiri yang menceritakan bagian keturunan dengan angka. Penelitian mencari pemicu lingkungan; enterovirus adalah calon yang paling banyak diteliti di daftar ini, meski begitu pemicu yang pasti belum ditunjukkan. Konsumsi gula, berat badan, atau gaya hidup bukan sebab gambaran ini.

Angka kejadiannya berbeda nyata dari negara ke negara; terukur paling tinggi di Eropa Utara, paling rendah di Asia Timur. Di antara orang dengan diabetes, tipe 1 memegang irisan kecil.

Penghancuran tidak dimulai pada suatu pagi. Autoantibodi dalam darah, misalnya anti-GAD, tampak bertahun-tahun lebih awal saat belum ada keluhan apa pun. Pedoman mendefinisikan prosesnya dalam tiga tahap:

  1. Serangan imun dimulai. Autoantibodi terlihat di darah, gula darah berjalan normal, orangnya tidak merasakan apa-apa.
  2. Kehilangan sel beta berlanjut. Gula darah mulai tergelincir ke luar rentang target, keluhan masih belum ada.
  3. Sel yang tersisa tidak lagi cukup. Kehausan, sering ke toilet, berat turun, dan lelah bermunculan; diagnosis paling sering ditegakkan di tahap ini.

Gejala datang cepat. Tas sekolah terasa mendadak memberat, kehausan memutus tidur di malam hari, lelah tidak hilang bahkan sesudah sarapan. Polidipsia dan poliuria, yaitu kehausan berlebih dan sering buang air kecil, adalah pasangan yang paling kentara di gambaran ini. Pada anak, gambaran bisa terbuka dengan ketoasidosis; halaman ini tidak masuk ke tanda-tanda kondisi darurat itu, semuanya terderet di judul “Apa saja tanda-tanda awal diabetes?”.

Tidak ada batas usia. Karena penghancuran merambat lebih pelan pada orang dewasa, gambaran terbuka tanpa suara, dan bentuk pelan ini dikenal dengan nama LADA. Gambaran ini di awalnya memberi rupa diabetes tipe 2. Pemisahan menjadi jelas dengan dua pengukuran; antibodi anti-GAD menunjukkan jejak serangan imun, C-peptida mengatakan berapa yang tersisa dari produksi insulin pankreas sendiri.

Yang sering terdengarYang diketahui
Penyakit masa kanakPaling sering terdiagnosis di masa kanak dan dewasa muda; diabetes tipe 1 yang dimulai saat dewasa juga ada
Karena kebanyakan makan gulaMakanan tidak memulai penghancuran; sebabnya proses autoimun
Berkaitan dengan kegemukanMenjadi kurus sering terlihat sebelum diagnosis; ia akibat, bukan sebab
Bentuk berat diabetes tipe 2Penyakit terpisah; mekanismenya bukan resistensi insulin, melainkan ketiadaan insulin

Perasaan pertama saat diagnosis adalah keterkejutan; padahal tidak ada orang yang jadi diabetes tipe 1 karena salah makan pada suatu malam. Sesudah diagnosis, sel beta yang tersisa masih bekerja beberapa lama; di rentang yang disebut masa bulan madu ini, kebutuhan insulin dari luar berjalan rendah. Saat rentang menutup, kebutuhan naik lagi. Karena proses autoimun tidak berhenti di latar, rentang itu tidak menetap.

Sumber

  1. Lucier J, Mathias PM. Type 1 Diabetes. In: StatPearls. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; last updated 5 October 2024.
  2. Diaz-Valencia PA, Bougnères P, Valleron AJ. Global epidemiology of type 1 diabetes in young adults and adults: a systematic review. BMC Public Health. 2015;15:255. doi:10.1186/s12889-015-1591-y
  3. O’Neal KS, Johnson JL, Panak RL. Recognizing and Appropriately Treating Latent Autoimmune Diabetes in Adults. Diabetes Spectr. 2016;29(4):249-252. doi:10.2337/ds15-0047
  4. Wong TWC, Wong MYS, But WMB. Features of partial remission in children with type 1 diabetes using the insulin dose-adjusted A1c definition and risk factors associated with nonremission. Ann Pediatr Endocrinol Metab. 2021;26(2):118-125. doi:10.6065/apem.2040202.101
  5. World Health Organization. Diabetes (fact sheet). Geneva: WHO; 14 November 2024.
  6. International Diabetes Federation. Type 1 diabetes. Brussels: IDF; accessed 5 August 2026.

Tulisan ini hanya untuk informasi; ia bukan diagnosis, bukan pengobatan, bukan pula anjuran dosis. Keputusan tentang pengobatanmu selalu kamu ambil bersama doktermu.

Mulailah memegang buku catatanmu sendiri

ForMyGluco menyimpan hasil ukurmu, obatmu, dan jadwal kontrolmu di satu tempat, lalu membuat laporan PDF sekali sentuh yang bisa kamu bawa ke doktermu.

Lihat di App Store →

Seluruh blog