ForMyGluco
BlogGlosarium← Kembali ke beranda

Apa itu diabetes?

Tanda dan diagnosis

Teks: 6

Sisi samping kotak karton polos; label lama sudah dicabut, yang baru ditempelkan di tempatnya, bekas perekat di bawahnya terlihat dalam cahaya samping.Bisakah diagnosis diabetes yang sudah ada berubah?Nama yang diberikan bersama diagnosis diabetes disangka sepasti dan setetap penyakitnya sendiri. Padahal pada orang dewasa, pemisahan tipe 1 dan tipe 2 paling rapuh justru di bulan-bulan pertama; catatan menunjukkan seberapa sering pemisahan ini dikoreksi. Penyakitnya diam di tempatnya, namanya ditulis ulang. · 2 mntBaca selengkapnya

Nama yang ditulis ke kertas dikenang seperti sebuah penutupan. Berkas dibuka, dan nama itu sejak saat itu dianggap tetap. Catatan mengatakan hal lain. Penggolongan yang ditegakkan pada orang dewasa dibaca ulang di tahun-tahun pertama sesudah diagnosis. Yang menyulitkan pembacaan bukan kelalaian dokter; makin lanjut usia, makin umum gambaran berakar resistensi, sampai-sampai yang jarang tenggelam di dalamnya.

Diabetes tipe 1 yang dimulai saat dewasa lama dianggap perkecualian langka. Sebuah penelusuran catatan yang luas menguji pola ini: kira-kira dua dari lima diabetes tipe 1 yang muncul di enam puluh tahun pertama kehidupan terdiagnosis setelah usia tiga puluh. Paruh kedua penelusuran yang sama menyeimbangkan gambaran. Di antara semua diagnosis diabetes yang ditegakkan setelah usia tiga puluh, bagian kelompok ini tetap kecil. Tipe 1 yang mulai terlambat itu nyata sekaligus jarang; dua kalimat itu benar bersama-sama. Penelusuran yang sama mengukur pula gambaran khas kelompok ini. Dibanding gambaran berakar resistensi, berat badannya lebih rendah, berpindahnya ke insulin di tahun pertama diagnosis dan terbukanya dengan ketoasidosis tercatat jelas lebih sering.

Studi kedua melihat label yang sama tepat sesudah diagnosis; di tahap itu penggolongan masih ditegakkan dengan kesan klinis. Dalam pemantauan yang dijalankan pada orang dewasa yang baru terdiagnosis ini, pada seperempat dari mereka yang secara klinis disebut tipe 1 tidak ditemukan satu pun antibodi sel pulau. Skor risiko genetik kelompok ini dan perjalanan tahunan produksi insulin yang tersisa keluar lebih dekat ke gambaran di luar imun. Dalam dua tahun setelah hasil diberitahukan ke para dokter, skema pengobatan dibangun ulang pada lebih dari sepertiga kelompok yang sama.

Label yang dibawaKoreksi yang terlihat di catatan
Tipe 1 pada orang dewasaAda kelompok nyata yang tidak membawa satu pun antibodi sel pulau
Tipe 2 pada orang dewasaGambaran autoimun terbuka juga setelah usia tiga puluh
Tipe 1 atau tipe 2Bentuk akibat satu gen sebagian besar berjalan di bawah dua nama ini

Baris ketiga soal bentuk akibat satu gen. Diagnosis bentuk-bentuk ini hanya menjadi pasti dengan tes genetik. Saat satu catatan tes genetik disandingkan dengan frekuensi yang diharapkan, hitungan yang keluar berkata begini: lebih dari empat perlima bentuk ini tinggal tanpa dipastikan tes itu. Menaruh nama yang benar di sini membentuk juga pengaturan pengobatan, jadi pemisahan tidak tinggal di atas kertas.

Tidak ada yang namanya diabetes berakar resistensi berubah menjadi yang berakar imun; dua proses berjalan terpisah. Yang dikoreksi bukan penyakitnya, melainkan nama yang diberikan padanya di hari pertama. Penggolongan dimulai dengan sebuah taksiran dan menyempit seiring bukti menumpuk.

Pemisahan ini punya dua ukuran. Antibodi pulau mencari jejak serangan imun. C-peptida menunjukkan apa yang tersisa dari produksi pankreas sendiri.

Karena itu penggolongan adalah baris yang tinggal terbuka. Produksi yang tersisa tidak berkurang dengan kecepatan sama pada semua orang, dan kecepatan berkurangnya salah satu ukuran yang membuat penggolongan dibaca ulang. Nama di catatan diperbarui bersama pembacaan ini.

Tulisan ini punya halaman sendiriKembali ke kartu

Permukaan air yang sepenuhnya tenang di pagi tanpa angin; tidak ada satu pun riak, batu-batu di dasar tampak buram dan tidak terbedakan.Bagaimana diabetes tertangkap sebelum ada keluhan?Diabetes melewati masa panjang tanpa keluhan, dan di masa itu satu-satunya yang menampakkan gambaran adalah pengukuran. Diagnosis pun paling sering jatuh ke giliran pengukuran, bukan keluhan. Pedoman mengangkatnya pada orang dewasa tanpa gejala karena celah ini. Apa yang berubah bila penantian dipendekkan? · 2 mntBaca selengkapnya

Keadaan saat tidak ada yang terasa adalah gambaran yang paling sulit diceritakan. Tidak ada nyeri, tidak ada haus. Berat pun tidak turun. Pagi maupun malam lewat seperti biasanya. Saat gula darah mulai naik, tubuh tidak memproduksi peringatan. Satu-satunya yang diproduksinya adalah kesunyian; berapa lama kesunyian itu berlangsung hanya bisa ditaksir dengan menoleh ke belakang.

Tidak ada ukuran langsung untuk masa ini; hari mulainya tidak tertulis di catatan mana pun. Sebuah studi memakai jalan tidak langsung. Di dua komunitas terpisah, frekuensi satu temuan di pembuluh-pembuluh kecil digambar menurut waktu yang lewat sejak diagnosis, dan garisnya ditarik memanjang ke belakang. Titik tempat temuan itu turun ke nol jatuh bertahun-tahun sebelum hari diagnosis.

Logika skrining keluar dari celah ini. Bila gambaran yang tidak menghasilkan keluhan bisa terukur, berarti ada rentang saat pengukuran masuk antrean sebelum keluhan. Dalam kriteria sebuah pedoman, siapa yang dimajukan di rentang ini digambarkan dengan bobot faktor-faktor: kelebihan berat, riwayat keluarga yang menyertainya, riwayat diabetes saat hamil, hasil yang pernah keluar di perbatasan. Ambang usia dan jarak pengulangan adalah pilihan yang dibangun pedoman itu sendiri; alasan di belakangnya adalah masa sunyi itu sendiri.

Yang ditanyakan skriningPadanannya di diabetes
Adakah masa sunyi?Ada; awalnya hanya ditemukan dengan taksiran menoleh ke belakang
Bisakah diukur di masa itu?Bisa; glukosa darah menjadi angka juga di pita yang tidak menghasilkan keluhan
Apa yang diubah menemukan lebih awal?Judul yang diukur di satu catatan adalah angka kematian, dan di sana selisih tidak keluar

Di belakang baris terakhir ada satu studi saja. Di jaringan layanan primer luas berisi orang dewasa berisiko tinggi, unit-unit praktik dipisah dengan undian: di sebagian dilakukan skrining, di sebagian tidak. Variabel hasil yang dipilih sejak awal adalah angka kematian. Di ujung pemantauan hampir sepuluh tahun, selisih antar kelompok tidak keluar; baik pada kematian umum, yang bersebab jantung-pembuluh, maupun yang dikaitkan ke diabetes.

Hasil ini terbaca dua cara. Salah satunya keliru. Studi itu mengukur bahwa skrining massal orang dewasa berisiko tinggi tidak mengubah angka kematian sepuluh tahun. Sebagian besar kerumunan yang diskrining memang tidak berdiabetes; angkanya dihitung atas seluruh kerumunan itu, dan jumlah yang terdiagnosis tinggal kecil di dalam kolam. Dalam tafsir studi itu sendiri, keuntungannya terlihat terbatas pada orang-orang yang penyakitnya bisa ditemukan.

Langkah sesudah ini diambil tulisan “Diabetes didiagnosis dengan pemeriksaan apa saja?”. Sedangkan tanda-tanda yang muncul saat kesunyian pecah dideretkan tulisan “Apa saja tanda-tanda awal diabetes?”. Prediabetes pun tinggal di dalam pita sunyi yang sama: hasil yang belum sampai ambang diagnosis, tapi sudah naik di atas rentang biasa.

Tersisa dua kalimat, dan keduanya keluar dari catatan yang sama. Menskrining orang dewasa berisiko tinggi secara massal tidak menggoyang angka kematian sepuluh tahun di catatan. Sedangkan bahwa diabetes pada orang tanpa keluhan hanya terlihat lewat pengukuran, tidak pernah diuji di catatan itu.

Tulisan ini punya halaman sendiriKembali ke kartu

Tabung-tabung darah berjajar rapi di rak laboratorium; tutupnya ungu, biru, krem, dan pirus, tulisan pada labelnya tidak terbaca.Diabetes didiagnosis dengan pemeriksaan apa saja?Diagnosis diabetes ditegakkan bukan lewat satu angka, melainkan salah satu dari empat tes laboratorium yang terdefinisi. Keempatnya: gula darah puasa, tes pembebanan gula, HbA1c, dan gula darah acak saat ada gejala. Empat tes ini tidak mengukur hal yang sama; satu memotret kini, satu merata-rata bulan lalu. · 2 mntBaca selengkapnya

Tiap pemeriksaan menunjukkan sisi darah yang berbeda. Gula darah puasa adalah kadar yang tersisa di pagi hari pada tubuh yang semalaman tidak makan. Pada tes pembebanan, cairan manis diminum dan darah diambil lagi dua jam kemudian; yang diukur adalah kecepatan tubuh membereskan beban yang datang. HbA1c menghitung jejak gula yang menempel pada hemoglobin di dalam sel darah merah, kira-kira dua tiga bulan terakhir. Pengukuran acak hanya bermakna saat ada gejala seperti haus, sering buang air kecil, dan berat badan turun.

  • Gula darah puasa: melihat satu pagi saja, persiapannya hanya minta perut kosong.
  • Tes pembebanan: meminumkan glukosa saat perut kosong, mengukur darah lagi dua jam kemudian.
  • HbA1c: memberi rata-rata yang terbentang berbulan-bulan, tidak butuh perut kosong.
  • Pengukuran acak: bermakna saat gambaran haus dan sering buang air kecil sudah di depan mata.

Satu hasil tinggi bukanlah diagnosis. Organisasi Kesehatan Dunia meminta pemeriksaan yang tinggi pada orang tanpa gejala diulang di hari lain, sebaiknya dengan tes yang sama. Saat gejala nyata dan hasilnya jelas tinggi, pengulangan ini tidak diminta. Kesibukan laboratorium sendiri juga bermula dari sini: makin lama darah menunggu di tabung, makin berkurang glukosanya, karena itu sampel segera dipisahkan atau dimasukkan ke air es.

HbA1c tidak terbaca dengan keandalan yang sama di setiap tubuh. Karena pengukurannya bergantung pada umur sel darah merah, anemia tertentu, varian hemoglobin, dan penyakit yang mempercepat daur sel darah merah menggeser hasilnya. Satu kalimat dari laporan konsultasi HbA1c Organisasi Kesehatan Dunia juga berdiri di sini: hasil di bawah ambang tidak menggugurkan diagnosis yang sudah ditegakkan dengan tes glukosa.

Gula tersembunyi muncul di pemeriksaan mana?
Pengukuran puasa sendirian melewatkan kelompok yang hanya muncul lewat tes pembebanan. Tes pembebanan menampakkan wilayah antara puasa dan sesudah makan; karena itu ia diminta saat nilai puasa berdiri di perbatasan.
Mengapa waktu penting pada tes pembebanan gula?
Laboratorium mengambil sampel kedua tepat di jam kedua. Darah yang diambil lebih awal atau lebih lambat mengukur titik lain pada kurva; keandalan tes bergantung pada ketelitian ini.
Bagaimana membedakan tipe 1 dan tipe 2?
Pemisahan dimulai dari gambaran klinis: usia, kecepatan awal, berat badan, ketosis. Saat masih ragu, antibodi sel pulau membantu.

Lanjut: Gula darah puasa dan sesudah makan mengukur apa?

Tulisan ini punya halaman sendiriKembali ke kartu

Koridor rumah yang gelap di tengah malam; seberkas cahaya tipis jatuh ke lantai dari pintu kamar mandi yang dibiarkan terbuka sedikit, tidak ada orang di koridor.Apa saja tanda-tanda awal diabetes?Tanda awal diabetes tampak sebagai kebutuhan ke toilet yang memutus tidur malam, kehausan tidak reda, dan lelah yang tidak ketahuan sebabnya. Penglihatan kabur dan berat yang turun tanpa diniatkan menambah gambaran yang sama. Pada diabetes tipe 1 tanda muncul mendadak, pada tipe 2 lama tinggal ringan. · 2 mntBaca selengkapnya

Peringatan pertama tampak bukan seperti gejala penyakit, melainkan seperti berubahnya kebiasaan. Hitungan bangun malam bertambah, gelas air datang ke samping bantal, pagi terbangun dengan mulut kering. Bertambahnya urine bernama poliuria, tidak redanya kehausan polidipsia, dan keduanya selalu berjalan bersama. Tubuh meminta kembali cairan yang hilang, karena itu pula kehausan tidak reda sepanjang hari. Penglihatan kabur ikut dalam barisan yang sama. Bagaimana kehausan dan turunnya berat lahir dari mekanisme yang sama dibuka selangkah demi selangkah oleh tulisan tersendiri.

TandaRupanya dalam hidup sehari-hari
Urine bertambah (poliuria)Bangun malam untuk ke toilet, sering menyela di siang hari
Kehausan tidak reda (polidipsia)Air selalu ada di samping bantal dan di tas
KelelahanHari kerja yang dimulai lesu bahkan sesudah tidur cukup
Penglihatan kaburTulisan yang sama menajam lalu mengabur lagi dalam sehari
Berat turunIkat pinggang masuk ke dalam tanpa mengurangi roti dan makan
Luka lambat menutupSayatan kecil yang berminggu-minggu tidak berkeropeng
Infeksi jamur berulangGatal yang tidak sembuh, masalah berulang di kulit dan area genital

Tanda-tanda ini mudah dituliskan ke sebab lain: ke udara panas, ke masa kerja padat, ke usia, ke tidur yang rusak. Saat hiperglikemia menetap pelan-pelan, keluhan tinggal ringan dan tidak menarik perhatian. Orangnya menganggap dirinya bukan sakit, hanya agak lelah. Di seluruh dunia, empat dari tiap sepuluh orang dewasa dengan diabetes belum menerima diagnosisnya.

Pada diabetes tipe 1 gambaran terbangun jauh lebih cepat. Pada anak dan remaja jalannya cepat, pada orang dewasa lebih pelan. Berat turun meski selera makan utuh atau malah bertambah. Air yang diminum tidak menutup kehausan. Lemas dan hilang tenaga menyusul di masa yang sama, menaiki tangga dan menjinjing tas menyulit. Pada sebagian anak, gambaran pertama langsung ketoasidosis.

Beberapa tanda justru merusak jalan yang pelan dan mengubah gambaran dalam hitungan jam:

  • Mual, muntah, nyeri perut
  • Napas yang mendalam dan memburu
  • Bau aseton atau buah di napas
  • Mengantuk, melamun, jawaban yang melambat

Gabungan ini membuat ketoasidosis terlintas dan menuntut penilaian darurat. Keton adalah bahan bakar yang keluar dari pemecahan lemak saat glukosa tidak bisa masuk ke sel; ia memberi napas bau yang khas itu dan, semakin menumpuk, menarik darah ke sisi asam.

Satu tanda sendirian tidak berarti diabetes. Sering buang air kecil punya banyak sebab lain, kelelahan lebih banyak lagi. Yang membedakan adalah polanya: beberapa tanda bersama-sama, berminggu-minggu, dan bertahan tanpa surut. Masa tanpa gejala pun membawa informasi. Prediabetes dan diabetes tipe 2 awal sering tidak menghasilkan keluhan sama sekali. Karena itu mengukur glukosa darah datang lebih dulu daripada daftar gejala.

Tulisan ini punya halaman sendiriKembali ke kartu

Kendi kaca kosong yang permukaan luarnya berkeringat dalam cahaya samping yang kuat, gelas kosong terguling di sebelahnya dan beberapa noda air berserakan di meja.Kenapa diabetes membuat sangat haus dan menguruskan?Pada diabetes, sebagian gula menumpuk di darah, lolos dari ginjal ke urine, dan menyeret air saat pergi. Tubuh meminta air itu kembali, maka haus tidak reda. Serentak, sel tidak bisa memasukkan gula; tubuh membakar simpanan lemak dan ototnya. Itulah kenapa banyak minum dan menguruskan berjalan berdampingan. · 2 mntBaca selengkapnya

Ginjal menyerap kembali gula yang lewat dari darah dan mengembalikannya; tapi kapasitas serapan ini tidak tidak terbatas. Saat hiperglikemia bertahan di atas batas itu, pengangkut glukosa di nefron kenyang dan gula yang bertambah merembes ke urine. Saat pergi, gula menarik air bersamanya; namanya diuresis osmotik. Poliuria lahir persis dari seretan ini: buang air kecil merapat sekaligus jumlahnya membesar.

Cairan yang hilang memekatkan darah; osmoreseptor di hipotalamus membaca kepekatan ini dan menyalakan alarm haus. Mulut mengering, lidah menempel ke langit-langit. Tidur malam terbelah antara air dan toilet. Karena air yang diminum terus keluar lewat urine, polidipsia tidak menutup. Gelas kosong, hausnya tetap di tempat. Yang pergi juga bukan air saja; natrium dan kalium ikut ke arus yang sama, dan kekuatan otot mengambil bagiannya dari kehilangan ini.

Yang disadariMekanisme di belakangnya
Sering buang air kecilGula di urine menyeret air bersamanya
Kehausan tidak redaCairan yang hilang memekatkan darah
Berat turunKalori pergi lewat urine, simpanan pun meleleh

Menguruskan punya dua saluran, dan yang pertama adalah urine. Karbohidrat roti, susu, dan buah yang dimakan masuk ke darah sebagai glukosa; sebagian glukosa ini bercampur ke urine tanpa terpakai. Bahkan orang yang bangkit kenyang dari meja makan meninggalkan bagian energinya di toilet.

Saluran kedua di pihak insulin. Bila insulin kurang atau resistensi insulin melemahkan sinyalnya, sel tidak bisa memasukkan glukosa yang menunggu di pintu. Tubuh saat itu berlaku seolah sedang kelaparan: melarutkan jaringan lemak, hati memproduksi bahan bakar baru. Pada kekurangan insulin, glukagon tidak berlawan; asam amino yang terurai dari otot pergi ke hati dan berubah di sana menjadi glukosa baru. Keseimbangan protein otot dengan begitu berbalik ke kehilangan, pembuatan protein baru mundur. Berat turun bukan dari piring, melainkan dari simpanan.

Lapar terus-menerus juga bagian gambaran yang sama. Meski gula darah tinggi, bagian dalam sel tetap tanpa bahan bakar, dan otak membaca kekosongan ini sebagai lapar. Keinginan mengemil kembali bahkan sesudah sarapan. Kelelahan terikat ke akar yang sama: cairan yang berkurang, jaringan otot yang meleleh, dan energi yang tidak bisa masuk. Karena itulah lesu menekan berat di tengah hari kerja.

Mekanisme yang sama tidak mencolok dengan kecepatan sama di tiap diabetes. Urutan munculnya tanda-tanda dan gabungan mana yang meminta penilaian di hari yang sama dideretkan satu per satu oleh tulisan tersendiri tentang tanda awal diabetes.

Bila glukosa mendekati rentang target setelah pengobatan dimulai, ginjal berhenti memberikan gula ke urine. Diuresis osmotik berhenti, keseimbangan cairan mengendap, bangun-bangun malam menjarang. Berjalannya kehausan dan menguruskan berdampingan datang dari diproduksinya keduanya oleh mekanisme yang satu.

Tulisan ini punya halaman sendiriKembali ke kartu

Pintu ruang klinik dengan bingkai papan nama kosong; hanya gagang pintu logam dan dinding warna netral yang terlihat, tanpa tulisan atau orang.Curiga diabetes: ke bagian mana, dokter mana?Pada kecurigaan diabetes, pintu pertama bukan subspesialis, melainkan dokter umum. Dialah yang meminta tes diagnosis dan menafsirkan hasilnya; pemantauan diabetes tipe 2 pun sebagian besar berjalan di sini. Dokter endokrin masuk saat gambaran mengarah ke tipe 1, penggolongan tidak duduk, atau perawatan rumit. · 2 mntBaca selengkapnya

Saat gula darah pertama kali keluar tinggi, penilaian dilakukan dokter umum. Di sistem janji temu rumah sakit, anak tangga ini bagian kedokteran keluarga atau penyakit dalam. Dokter keluarga atau spesialis penyakit dalam meminta tes diagnosis, memastikan hasilnya, dan memisahkan jenis diabetesnya. Sebagian besar orang yang hidup dengan diabetes tipe 2 dipantau di anak tangga ini. Pedoman global mendefinisikan perawatan diabetes bukan sebagai kerja satu dokter, melainkan kerja tim yang terkoordinasi.

Yang tidak memadai bukan anak tangganya, melainkan gambarannya yang memberat; endokrinologi bukan pesaing rantai ini, melainkan mata rantai berikutnya.

KeadaanPintu yang mana
Gula darah pertama kali keluar tinggiDokter keluarga atau penyakit dalam
Diagnosis tipe 2, pemantauan berjalan tenangDokter keluarga atau penyakit dalam
Penggolongan tidak duduk, curiga LADAPenilaian endokrinologi
Pompa insulin atau skema rumitPenilaian endokrinologi
Kehamilan atau rencana kehamilanEndokrinologi dan kebidanan-kandungan
Muntah, napas dalam, kantuk beratPenilaian darurat di hari yang sama

Pemisahan jenis tidak menjadi jelas di pertemuan pertama pada tiap gambaran. Bila pada orang dewasa bertubuh kurus diagnosis tampak seperti tipe 2 tapi obat tidak memberi respons yang diharapkan, LADA masuk agenda. Saat penggolongan tidak jelas, dibutuhkan pengukuran antibodi dan C-peptida; apa yang ditunjukkan tes-tes ini bukan bahasan halaman ini, melainkan judul “Apa itu diabetes tipe 1, kenapa muncul?”. Begitu pengukuran diminta, berkas paling sering pindah ke meja endokrinologi.

Usia juga menentukan pintunya. Pedoman menangani perawatan anak dan remaja di bab terpisah; pertumbuhan, tatanan sekolah, dan edukasi keluarga masuk ke judul-judul yang diperhitungkan.

Perawatan diabetes tidak selesai di satu meja. Edukator diabetes melatih pengukuran, suntikan, dan aturan hari sakit. Ahli gizi membicarakan dapur dan porsi. Dokter mata melihat dasar mata dengan pemeriksaan fundus, karena retinopati merambat tanpa suara. Pemeriksaan kaki pun anak tangga yang memotong berubahnya luka yang tidak terasa di dalam kaus kaki menjadi gambaran kaki diabetik.

Ada pula pintu yang tidak menunggu giliran. Gambaran yang mendekati ketoasidosis tidak memaafkan jam yang hilang; tanda mana yang menunjukkan batas itu dideretkan tulisan tersendiri tentang tanda-tanda awal. Di sini yang berlaku bukan urutan janji temu, melainkan penilaian darurat di hari yang sama.

Pertemuan pertama mirip obrolan panjang. Kapan gejala mulai, bagaimana tidur dan tatanan kerja berubah, ada tidaknya diabetes di keluarga, semua obat yang dipakai dibicarakan satu per satu. Bila tidak ada gejala, diagnosis tidak ditutup dengan satu pengukuran; pedoman meminta pemastian dengan tes kedua. Saat gejala terang dan gula jelas tinggi, satu pengukuran cukup. Nama papan di atas pintu boleh berganti, mata rantai pertama tetap sama: memastikan diagnosis dan memisahkan jenisnya.

Tulisan ini punya halaman sendiriKembali ke kartu

Tulisan ini hanya untuk informasi; ia bukan diagnosis, bukan pengobatan, bukan pula anjuran dosis. Keputusan tentang pengobatanmu selalu kamu ambil bersama doktermu.

Seluruh blog